Feature Top (Full Width)

WCM - A Next Step to A Future

World class Manufacturing. This new Methode in the word, like TPM ( Total preventive Maintenance ).. but WCM more detail and focus with 7 step.

Situasi Emergency? Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelumnya?

Baca Tips Membuat Rumah Siaga Emergency di Artikel Tanya_Safety.

Tips Aman Menghadapi Tsunami

Gempa yg terjadi di dasar laut, berpotensi menimbulkan Tsunami. beberapa tips yg bisa di membantu untuk tetap Safe dalam kondisi tsunami.

7 Langkah Penyelamatan Gempa Bumi

Indonesia yg terletak didaerah gempa dimana terdapat 2 patahn yg melaluinya yaitu patahan India-Australia, dan patahan pasifik. untuk itu warga Indonesia sdh sebaiknya mengetahui 7 hal-hal penting untuk penyelematan dalam dalam situasi Gempa bumi.

Jasa Yang Dapat Dibantu

Tanya_Safety menyediakan Jasa untuk Anda yang membutuhkan Jawaban untuk masalah Safety, Pembuatan SHE Plan untuk Proyek, Coaching, dsb.

Senin, 29 September 2014

Tips membuat Rumah siaga Emergency



Di Zaman super modern spt. sekarang ini Rumah merupakan tempat dimana suatu kelurga menghabiskan banyak waktunya, bercengkrama dgn keluarga. Rumah kadang menjadi symbol keberhasilan seseorang dalam karier atau hal lainnya. Tahukah anda ada beberapa hal yg tetap harus diperhatikan agar selain nyaman rumah juga safe, terutama untuk kondisi emergency atau darurat, berikut beberpa tipsnya. 1. electrical, dalam mendesain rumah kebutuhan akan listrik dan penerangan sangat vital, beberapa hal yg kita perlu perhatikan electrical adalah : - Besarnya Daya untuk kebutuhan rumah, apakah sdh sesuai dgn Kabel/instalasi yg digunakan???... - Pikirkan letak power/ stop kontak sedapat mungkin jangan dibawah minimal 1.2 M dari lantai. Hal ini untuk menghindari anak2, memegang atai bermain, hal lainnya adalah untuk daerah yg rawan banjir. - Buatlah pembagian wilayah/area di rumah misalnya MCB untk depan, Tengan dan Belakang. atau jika mungkin pasang ELCB. - Pastikan Grounding sudah sesuai standard. 2. Gas/ tabung Elpiji, sangat disarankan ditempatkan diluar bangunan, jika memungkinkan. Pemeriksaan dan perawatan berkala harus dilakukan. Gunakan tabung 12 kg ( biru ) yg lebih aman. 3. Pintu Rumah / akses keluar jangan hanya satu ( jika memungkinkan ), dan semua akses keluar bebas tanpa ada barang yg menghalang memblok akses. 4. Punya alat pemadam api, baik berbentu tabung atau minimal karung goni, yg dapat digunakan untuk kebakaran dini, tetapi sebaik nya dibasahi terlebih dahulu. 5. Untuk rumah didaerah rawan bencana, sebaiknya kelurga memiliki Tas Siaga yg berisi surat2 penting, dan perlengkapan darurat lainnya. 6. Membuat simulasi atau latihan dgn keluarga/ semua anggota yg ada dirumah untk situasi emergency tertentu. 7. Memilki telp. Nomer2 penting/darurat 8. Share best practice seperti ini dgn tetangga kiri-kanan-depan belakang, terutama yg tinggal diperumahan dimana jarak rumah sangat rapat, karena situasi darurat tetengga akan mempengaruhi keberadaan kita dirumah. Semoga bermanfaat dan dapat dilakukan. mempersiapkan diri lebih baik daripada tdk sama sekali.

Minggu, 28 September 2014

Tips Simple melakukan observasi Safety kpd Pekerja



Dalam pekerjaan, sering kalai kita dapati adanya pekerja yg melakukan tindakan yg tidak aman atau yg biasa kita sebut unsafe act. unsafe act ini jika dibiarkan terus menerus akan berpotensi terjadinya suatau "kecelakaan". Untuk itu adalah hal preventive jika kita dapat melakukan observasi dan memberikan feedback kepada pekerja agar keselematan dapat dijaga. Berikut tipsnya : 1. Amati sejenak pekerja dan lingkungannya, apa adanya. 2. Ambil keputusan untuk menyetop pekerjaan pekerja dgn cara yg aman, sebab jika tdk ada aman caramenyetopnya bisa timbul masalah atau kecelakaan. 3. Berikan apresiasi dgn menjelaskan temuan2 yg positif saat kita melakukan pengamatan diawal tadi. 4. Sampaikan feedback, atas temuan unsafe yg kita lihat dgn cara yg baik. 5. Gali dan diskusikan hal2 lain seputar safety, utnuk membatu pekerja berfikir dan bertindak lebih aman. 6. Sedapat jungkin dapatkan komitment agar pekerja dapat mengubah kebiasaan menuju yg lebih baik diaspek safety. 7. Jangan lupa mengucapkan " terima kasih" diakhir diskusi. 8. Lakukan hal ini kpd sebanyak mungkin pekerja agar kita lebih mudah melakukan kontactk dan diskusi. Jika memungkinkan observasilah karyawan yg terkenal pemarah, yg lbh senior, lbh berpengalaman agar kita lbh mudah dan lancar melakukan hal ini. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Kamis, 25 September 2014

Tips Safe Tsunami



Gempa yg terjadi di dasar laut, berpotensi menimbulkan Tsunami. beberapa tips yg bisa di membantu untuk tetap Safe dalam kondisi tsunami : 1. Jika saat berada di pantai dan dirasakan terjadinya gempa. Mohon tdk panik, segeralah mencari tempat tinggi/gunung atau bukit, terutama jika sehabis gempa diikuti dgn surutnya air laut. 2. Tetap tenang, waspada dan tentunya berdoa. 3.Menurut informasi /pelaku yg selamat Tsunami di Aceh, beberapa tanda Tsunami spt, air laut surut, ada suara2 spt dentuman, guruh yg kuat serta burung camar laut/burung laut bergegas menuju daratan. Jika tanda alam tersebut terlihat, terdengar jangan tunda lagi segera menunju tempat yg lebih tinggi, bangunan kokoh yg tinggi, memanjat pohon atau hal lainnya agar berada disuatu tempat yg tinggi 4. Jangan mengunakan mobil, bisa jadi keadaan menjadi stag, kacau. abaikan harta benda, Jika anda mempunyai tas siaga ( spt saran untuk gempa, ) bawalah tas siaga anda, ketempat yg lebih tinggi, atau kalau ada bukitlah tempat terbaik 5. Jauhi sungai dan jembatan, karena ini merupakan jalan yg memperlancar tsunami bergerak lebih cepat. 6. Jika anda sedang berada dilaut dgn kapal/perahu paculah segera mungkin ketengah laut, jangan ke daratan. 7. Jika semua serba mendadak dan tidak ada lagi kesempatan, kesempatan terakhir naiklah atau berpeganganlah pada benda yg terapung. Semoga Allah SWT, Tuhan Yg Maha Esa menghindari negeri ini dari bencana Tsunami,.. Aamiin. Rangkuman saat ngobrol santai dgn beberapa saksi hidup tsunami aceh saat ada tugas di Aceh dan medan, semoga ada hikmah dan manfaatnya,.

7 langkah Penyelamatan Gempa Bumi



Indonesia yg terletak didaerah gempa dimana terdapat 2 patahn yg melaluinya yaitu patahan India-Australia, dan patahan pasifik. untuk itu warga Indonesia sdh sebaiknya mengetahui 7 hal-hal penting untuk penyelematan dalam dalam situasi Gempa bumi : 1. Kenali potensi bahaya yg ada ditempat tinggal atau Rumah anda, Pertanyaannya..jika terjadi gempa apa potensi bahaya terbesar yg ada dirumah saya?... Kemudian lakukan upaya untuk memperbaikinya. 2. Buat kesiapan bencana. Hal termudah adalah semua anggota keluarga tau apa yg harus dilakukan,bagaimana upaya penyelamatan diri, atau tau dimana harus berkumpul jika gempa terjadi. Hal ini juga harus diketahui jika anggota keluarga berada di luar rumah dspt di sekolah, kantor atau tempat lainnya, maka akan menuju asemmbly point mana/ shelter mana yg sdh disosialisaikan/ disepakati anggota keluarga. Jika perlu lakukan simulasi antar anggota keluarga. 3. Siaga peralatan bencana. Cara termudah adalah keluarga memiliki 1 tas siaga bencana. Dimana tas ini berisi surat2 penting, peralatan darurat spt senter, pisau lipat. beberapa lembar baju, air dan biskuit. jika memiliki bayi maka siapkan juga makanan bayi untuk keperluaan darurat. syukur kalau dilengkapi radio am/fm. Jika terjadi kondisi darurat maka tas ini yg harus dibawa tanpa memperhatikan yg lainnya. 4. Saat gempa terjadi secepatnya ( jika memungkinkan ) menuju tanah lapang 5. Apabila tdk bisa keluar bagunan ikuti procedure drop/berlindung,..Cover/lindungi kepala dan Drop on. misalnya berlindung dibawah meja,lindungi kepala anda, kemudian pegang,atau ikuti pergerana dari meja. 6. Setelah guncangan reda/ stop periksa semua anggota keluarga/team apakah ada yg terluka. Berikan pertolongan atau segera minta pertolongan medis. 7. Periksa dgn seksama kondisi bangunan, saluran listrik, pipa air, gas. Jangan ambil resiko jika kondisi blm memungkinkan untuk tinggal. Note : pastikan memiliki nomer darurat setempat. Selalu berdoa pada setiap aktivitas.

Tips memilih tempat untuk kantor/ office

General : 1. Memiliki surat2 yg sah, perijinan dan sertifikasi dari instansi terkait. 2. Pastikan Bangunan yang di pilih tidak dalam sengketa, atau dalam proses pengadilan 3. Pastikan akses untuk menuju depo mudah, tidak berada tepat di area yg rawan kecelakaan atau sering macet. 4. Lokasi aman, serta dekat dengan kantor polisi, Rumah sakit dan Pemadam kebakaran setempat. 5. Miliki prosedur keadaan darurat dan melakukan drill secara regular . 6. Akses jalan untuk Pemadam kebakaran mudah. 7. Memiliki area parkir yang cukup, dgn mempertimbangkanperkembangan bisnis sesuai masa kontrak (xx tahun ke depan). 8. Memiliki ruang public/ halaman dimana area ini dapat di jadikan sebagai saran untuk assembly point. 9. Berada-terletak di lingkungan yg baik (misal, tidak dalam daerah dimana sering terjadi bentrok antar warga, terdengar sebagai daerah narkoba dst). Bangunan : 1. Kokoh dan tidak terlihat adanya tanda2 bangunan mudah ambruk. Dibangun dengan tata desain/arsitektur yg memenuhi tata- laksana ‘building code’. Termasuk, didalamnya kaidah bangunan tahan gempa. 2. Memiliki penangkal petir dan pembumian yang baik ( Grounding). 3. Kapasitas supply air & listrik yg memadai. 4. Memiliki sarana proteksi kebakaran minimum Alat Pemadam Api Ringan, atau jika memunginkan sarana proteksi lain spt. Smoke detector, heat detector, sprinkler, alarm dll. 5. Memilki Sign ( safety sign ) serta denah evakuasi. 6. Memilki Nomer2 emergency dan nomer darurat lainnya. 7. Electrical yg sesuai untuk keperluan operasional, serta system electrical yg sesuai standard PUIL. 8. Jika memiliki gudang, pastikan memiliki ventilasi yg baik , serta pemisahan material yg mudah terbakar. Menyimpan khusus bahan bakar spt Solar, dll . 9. Memiliki akses untuk jalur evakuasi serta alternative jalur emergency lainnya. 10. Jika memilki tangga, pastikan tedapat hand rail di kesua sisinya. 11. Jenis kaca bangunan yang sesuai, ie jenis tempered glass untuk kaca partisi. Security : 1. Memiliki pagar yg kokoh, tinggi yg sesuai mengelilingi Bangunan. 2. Ada penanggung jawab security dan ada petugas Jaga yg terlatih dan dapat melakukan pemadaman api dini, memandu dalam keadaan darurat. 3. Adanya pengaturan system penerimaan tamu, kunjungan dll. 4. Memiliki CCTV, untuk memantau aspek security di dalam dan luar bangunan. 5. Pintu ( akses pagar ) harus selalu tertutup, dan memastikan kendaraan, karyawan serta tamu yg dating dapat diketahui oleh petugas yg berjaga. 6. Memiliki hubungan baik dgn pihak kepolisian, dan PMK setempat. Lingkungan ( CSR ) : - Menjalin hubungan baik dgn lingkungan setempat dgn aktif berpatisipasi dgn kegiatan social. Tidak memiliki masalah dengan lingkungan-masyarakat sekitar. - Tidak dekat dgn rumah makan, atau Pub terutama yg menjual minumal ber-alcohol